Minggu, 12 Juli 2015

neraca ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Merata Picu Urbanisasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Persoalan urbanisasi di Jawa Barat dinilai sudah memprihatinkan. Hal ini terlihat dari kepadatan penduduk di sejumlah wilayah perkotaan. Hal itu terjadi karena tidak meratanya pertumbuhan ekonomi di Jabar, dan masih terpusat di sejumlah kota besar, seperti Bandung, Bogor dan Bekasi.
Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung di Bandung, Rabu (8/7/2015). Menurut dia, urbanisasi saat ini tidak bisa dielakan selama ketimpangan ekonomi masih terjadi, terlebih pembangunannya tidak merata.
Lebih lanjut dia menilai, masyarakat di pedesaan kehilangan harapan jika selamanya tinggal di desa. Desa yang identik dengan bidang pertanian dipandang tidak bisa memberi kehidupan yang layak bagi warga. Selama ini tidak ada kebijakan dari pemerintah yang bertujuan menekan urbanisasi. Pembangunan hanya dilakukan terpusat di beberapa daerah.
“Urbanisasi ini berangkat dari daerah pertanian ke daerah industri. Selama kebijakannya tidak mampu mencukupi titik ekonomi baru, urbanisasi akan terus terjadi,” paparnya.
Oleh karena itu, pemerintah dituntut serius dalam mengatasi persoalan urbanisasi ini. Pemerintah harus memiliki strategi yang ampuh dalam pemerataan pembangunan, salah satunya dengan berpihak kepada pembangunan pedesaan.
Sebagai contoh, untuk jangka panjang, pemerintah harus memberi insentif yang maksimal bagi daerah pertanian. Hal itu penting agar pertanian kembali menjadi pilihan utama bagi masyarakat.
“Program membuka lahan sawah baru itu sudah bagus. Tinggal ditambah penunjang lainnya,” ucapnya.
Menurutnya, pertanian bisa menjadi alternatif warga dalam mencari penghasilan. Dengan begitu, urbanisasi akan terkendali secara alamiah.
“Selama itu tidak terjadi, urbanisasi akan tetap terjadi,” tambahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar