Rabu, 02 Desember 2015

Simbol Keperkasaan Kaki Gunung Manglayang (Foto: Tri)
Simbol Keperkasaan Kaki Gunung Manglayang (Foto: Tri)

Benjang, Simbol Keperkasaan Kaki Gunung Manglayang

BANDUNG,FOKUSJabar.com : Benjang, Adalah seni tradisi masyarakat kaki Gunung Manglayang. Gunung ini masuk pada wilayah Kabupaten Bandung sebelah Utara dan Kota Bandung Bagian Timur dan Kabupaten Sumedang Bagian Barat.
Tidak ada yang bisa menyebutkan pasti kapan Seni Benjang lahir. Namun dari keberadaannya, kini Benjang bisa dijumpai pada saat hajatan dan acara tertentu di masyarakat desa sekitar kaki gunung Manglayang Bagian Timur seperti Kecamatan Cibiru, Cilengkrang dan Ujungberung.
 Simbol Keperkasaan Kaki Gunung Manglayang (Foto: Tri)
Simbol Keperkasaan Kaki Gunung Manglayang (Foto: Tri)
Iringan musik dengan ritme yang sedikit pelan menarik penonton yang berani naik ke panggung setinggi satu meter setengah untuk mencari penantang, ‘ngibing’ lalu kemudian penantang naik dan menyingkap baju tanda keduanya berani berduel mengadu otot dan teknik menjatuhkan lawan didepan ratusan penonton yang bersorak.
Perpaduan antara seni dalam musik pencak silat dengan olahraga ini tertanam dalam seni Benjang. Ritme musik yang dinamis mengikuti gerakan dramatis saat kedua lawan saling menjatuhkan melengkapi pagelaran Benjang ini,
Salah seorang tokoh Benjang di Kampung Garung, Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung, Ena Mulyana (60) mengatakan, Benjang bisa dibilang cikal bakal olahraga gulat pada masa kini. Terdapat kemiripan teknik dan cara bergelut menjatuhkan lawan boksen dalam benjang berarti fitting dalam Gulat. Penentuan pemenang pada setiap ronde ditentukan pada lawan yang terlentang setelah dijatuhkan.
“Bedanya, pada pagelaran Benjang, yang akan menjadi pemain naik ke atas ring ngibing atau menari menantang lawan, jika dirasa lawan seimbang kodenya menyikap baju yang dikenakan. Jika keduanya berani mereka membuka baju dan mulai bergulat,” ungkap Ena pada Pagelaran Seni Sekelurahan Cisurupan Kecamatan Cilengkrang Kota.Bandung, Sabtu(28/11/2015).
Padepokan Benjang saat ini memang tak banyak dijumpai, tetapi pada saat helatan atau hajatan menampilkan Benjang, ratusan warga yang umumnya laki-laki datang mewakili kampung sekitar kaki Gunung Manglayang.
Tidak perlu berlatih tiap hari teknik Benjang, untuk mengencangkan otot dan sendi masyarakat yang bermata pencaharian petani ini rupanya terlatih menempa fisik saat beraktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki ke hutan, dan memanggul kayu bakar naik turun bukit.
Keperkasaan masyarakat Kaki Gunung Manglayang memang tak bisa diragukan. Silih berganti badan-badan kekar, tua, muda, bahkan anak-anak antusias ingin menantang Benjang lawan yang sepadan, mental mereka seolah ditempa dihadapan ratusan penonton, bukan kalah menang yang menjadi persoalan tetapi menempa diri,unjuk gigi melatih teknik mengharumkan nama kampung halaman menunjukan bahwa olahraga ini memiliki makna dan syarat dengan nilai-nilai budaya turun temurun.
“Benjang ini memiliki nilai budaya yang tinggi, dan bagian dari budaya leluhur Jawa Barat asli Kaki Gunung Manglayang,”jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar