Selasa, 22 Desember 2015

Ilustrasi (web)
Ilustrasi (web)

Profesi Wartawan Jadi Modus, Oknum Wartawan Divonis 22 Bulan Penjara

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Oknum wartawan atau yang biasa disebut wartawan ‘bodrek’ Teguh Setia Wibawa alias Mayor, dijatuhi hukuman satu tahun 10 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung. Terdakwa dinyatakan bersalah dalam tindak pidana penipuan dan penggelapan.
Vonis yang diterima terdakwa, lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU. Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman dua tahun penjara.
Ketua Majelis hakim Berton menyatakan, terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan dan penggelapan, sebagaimana diatur dalam dakwaan kesatu, yakni Pasal 378 Jo pasal 64 ayat satu ke satu, dan dakwaan kedua pasal 372 Jo pasal 64 ayat satu ke satu kUHPidana.
“Menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun sepuluh bulan, dikurangi masa hukuman,” ujar Berton di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung, Senin (21/12/2015).
Berton menjelaskan, perbuatan terdakwa terjadi pada 2014 yang saat itu mengaku sebagai wartawan dan menawarkan kepada saksi Abdul Latif, Deni, Agus dan Dodi untuk mengikuti lelang kendaraan di dinas – dinas lingkungan Sekretariat Pemerintah Kota Bandung.
“Untuk yakinkan para saksi, terdakwa mengaku dekat dengan Sekda, bahkan dengan mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada,” jelas hakim.
Lanjut Berton, untuk lebih meyakinkan saksi, terdakwa memperlihatkan dokumen dan surat – surat lelang agar seolah-olah dikeluarkan oleh Setda. Padahal kenyataannya, terdakwa mendapatkan semua itu dengan cara mengunduhnya dari Internet.
Sebab itu, Berton menegaskan, perbuatan itu dilakukan terdakwa agar para korban percaya. Namun  terdakwa meminta beberapa syarat dan menyerahkan sejumlah uang agar memenangkan lelang itu.
Saksi korban ada yang terbujuk, seperti saksi Abdul Latif yang menyerahkan Rp9 juta, Agus serahkan Rp64 juta, DeniRp 90 juta dan Dodi Rp20 juta.
“Total uang yang diterima terdakwa Rp183 juta. Dan kenyataannya Setda tidak pernah melakukan lelang kendaraan. Uang korban sudah habis dipakai biaya kehidupan pribadi terdakwa dan bayar utang,” ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar