
Pertemuan antara pihak KEITI dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Asisten Daerah Kesejahteraan Rakyat Ahmad Hadadi, Kepala BPLHD Jabar Anang Sudarna, Kepala Diskimrum Jabar Bambang Riyanto, serta perwakilan dari Kabupaten Bandung, berlangsung di Gedung Sate Bandung, Senin (30/11). (Foto: IST)
Tangani Citarum, Jabar Gandeng Korea
BANDUNG, FOKUSJabar.com: Guna menangani masalah pencemaran sungai Citarum akibat limbah industri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) dan Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Provinsi Jawa Barat, menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga pemerintahan dari Kementerian Lingkungan Hidup di Korea, Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI).

Pertemuan antara pihak KEITI dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Asisten Daerah Kesejahteraan Rakyat Ahmad Hadadi, Kepala BPLHD Jabar Anang Sudarna, Kepala Diskimrum Jabar Bambang Riyanto, serta perwakilan dari Kabupaten Bandung, berlangsung di Gedung Sate Bandung, Senin (30/11). (Foto: IST)
Terungkap, pihak KEITI menawarkan bantuan dalam menangani masalah limbah cair industri di kawasan Rancaekek, Selokan Jeruk, dan Majalaya, Kabupaten Bandung, melalui waste water treatment system dan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 30-50 MW (Sola-Cell, Fuel-Cell, Bio-gas).
Pertemuan antara pihak KEITI dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Asisten Daerah Kesejahteraan Rakyat Ahmad Hadadi, Kepala BPLHD Jabar Anang Sudarna, Kepala Diskimrum Jabar Bambang Riyanto, serta perwakilan dari Kabupaten Bandung, berlangsung di Gedung Sate Bandung, Senin (30/11).
Wagub Deddy mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi tawaran Korea ini, dan siap menindaklanjuti rencana penanganan selanjutnya. Menurut Deddy, dengan teratasinya masalah limbah industri dapat menyelesaikan salah satu pencemaran Citarum, disamping masalah pencemaran akibat sampah, limbah masyarakat (tinja), hingga sedimentasi.
Untuk itu, Deddy menginstruksikan BPLHD dan Diskimrum Jabar agar dapat mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, serta Sumedang.
“Ingin berhasil kan harus belajar dari ahlinya, dan di Korea sudah berpengalaman mengatasi hal yang sama,” ujar Deddy pada pertemuan.
“Saya sangat berterima kasih atas tawaran bantuan sahabat-sahabat Korea, semoga ikan-ikan nanti bisa kembali hidupi Citarum,” sambungnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar