Rabu, 30 Desember 2015

Dana Desa (web)
Dana Desa (web)

Kejaksaan Tinggi Dampingi Penggunaan Dana Desa

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Feri Wibisono mengatakan, pengawasan akan diberlakukan kepada aparatur Desa untuk mengelola Dana Desa yang diberikan Pemerintah Pusat.
Hal tersebut ditekankan seiring pada periode 2016, Pemerintah Desa se-Jawa Barat mendapatkan bantuan alokasi dana desa mencapai Rp64,3 trilyun yang dicairkan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Kamis (17/12/2015) lalu.
“Agar masyarakat merasakan langsung dampak pembangunan, khususnya di Pedesaan. Kepentingan itu harus didukung, mengingat adanya kemungkinan kelemahan dan kekurang pahaman mengelola uang Negara,” tegas Feri di Bandung, Selasa (29/12/2015).
Oleh karena itu, lanjut Feri, pencegahan adanya tindakan korupsi di aparatur Desa menjadi bagian prioritas utama. Dalam pelaksanaanya pun, kedewasaan Pemerintah Desa dalam pengelolaan anggaran sangat perlu untuk ditekankan.
“Kejaksaan mengambil peran lebih besar lagi, terkait memberikan pendampingan. Kemudian membuka pengawasan tanpa intervensi penggunaan anggaran itu,” tambahnya.
Menurutnya, pendampingan secara intensif sangat diperlukan, mengingat kepiawaian pengelolaan anggaran Negara di Pedesaan dinilai lemah.
“Kami awasi, jikalau ditemukan ada indikasi yang mengarah ke penyimpangan, kami akan luruskan. Seandainya, tidak ada upaya, kita khawatir akan banyak perkara,” pungkasnya.
Natal dan Tahun Baru, Kendaraan Berat Dilarang Operasi di Cimahi dan Bandung Barat (Foto : tri)
Natal dan Tahun Baru, Kendaraan Berat Dilarang Operasi di Cimahi dan Bandung Barat (Foto : tri)

Kendaraan Berat Dilarang Beroperasi di Cimahi dan Bandung Barat

BANDUNG BARAT,FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat dan Satlantas Polres Cimahi  bagikan surat edaran larangan operasi bagi kendaraan berat, dimulai dari 30 Desember 2015 hingga 03 Januari 2016.
Sebanyak 100 fotocopy surat edaran Menteri Perhubungan No.SE 48 tahun 2015 ini dibagikan kepada sopir angkutan berat yang melintas di persimpangan Tol Padalarang.
Natal dan Tahun Baru, Kendaraan Berat Dilarang Operasi di Cimahi dan Bandung Barat (Foto : tri)
Natal dan Tahun Baru, Kendaraan Berat Dilarang Operasi di Cimahi dan Bandung Barat (Foto : tri)
Kaur Binops Satlantas Polres Cimahi, Iptu Asep Ratman mengatakan, dibagikannya surat edaran ini sebagai sosialisasi kepada sopir agar tidak beroperasi pada tanggal tersebut. Hal itu dilakukan demi mengurangi jumlah kendaraan yang selalu menumpuk pada momen libur nasional akhir tahun.
“Truk Tempelan, truk gandengan, kontainer, dan kendaraan sumbu lebih dari dua dilarang beroperasi,”ucapnya.
Dia menjelaskan, surat edaran  tentang pengaturan lalu lintas dan larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang pada masa angkutan natal 2015 dan tahun baru 2016 ini memiliki pengecualian, yaitu truk yang mengangkut kebutuhan pokok dan ekspor impor pelabuhan.
“Kecuali pengangkut BBM, BBG, Ternak, Sembako, Pupuk, Susu murni, dan ekspor impor  Pelabuhan diperbolehkan,” jelasnya.
Asep juga menegaskan, jika pada masa pelarangan itu truk masih beroperasi, maka aparat kepolisian akan langsung menindak tegas sopir yang membandel.
“Sesuai Pasal 287 ayat 1 uu no 22 tahun 2009, kita akan tindak tegas melalui penilangan,”tegasnya.
foto: Web
foto: Web

Ganja Digandrungi Pemuda Cimahi

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kota Cimahi Lucky Sugih Mauludin mengatakan, ganja adalah yang paling digandrungi oleh para pemuda di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Hal tersebut dikalkulasikan, dari target 500 orang dalam penjangkauan program rehabilitasi pengguna Narkoba  tahun 2015 di Kota Cimahi dan KBB, yang dilakukan oleh BNNK Cimahi. 20 persen dari 517 orang yang telah terjangkau merupakan pemuda Cimahi.‬
Saat ini BNNK Cimahi telah melebihi targetnya dengan menjangkau sebanyak 517 orang dalam program tersebut.
” Dari jumlah itu, 20 persen nya merupakan pemuda Cimahi.‬ Mereka kebanyakan menggunakan ganja dan obat-obatan,” kata lucky, Senin (28/12/2015).
‪Dijelaskannya, mereka yang terjangkau dalam program rehabilitasi ini untuk selanjutnya akan direhabilitas di rumah-rumah sosial yang telah bekerjasama dengan pihak BNNK Cimahi seperti rumah Cemara, rumah Sekar Mawar, Sateria dan Pondok Anugerah.‬
” Mereka telah kami rehabilitasi, sementara yang 17 orang dari 517 itu akan diserahkan kepada BNNP Provinsi Jabar,” pungkasnya.
Sekda Iwa Karniwa (Foto : web)
Sekda Iwa Karniwa (Foto : web)

Sekda Iwa Karniwa Minta Proses Seleksi Aktif Pendamping Desa Bebas KKN

BANDUNG, FOKUSJabar.com  Sebanyaknya  2811 peserta mengikuti  Tes Tertulis dan Wawancara Tenaga Pendamping Profesional Desa (Tenaga Ahli dan Pendamping Desa) Provinsi Jawa Barat di Sabuga, Jalan Tamansari Bandung, Senin (28/12/2015).
Dari seleksi ini akan dipilih 665 orang pendamping desa terdiri dari 48 orang tenaga ahli dan 617 pendamping desa.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa menekankan agar proses rekrutmen pendamping desa ini harus dilakukan dengan baik.
“Tidak boleh ada titip-titipan dari siapapun juga karena para pendamping desa inilah yang akan menentukan maju tidaknya desa,” katanya.
Iwa meminta tim seleksi harus menjalankan amanah sebaik-baiknya dalam mendapatkan pendamping yang benar-benar kompeten. Panitia pelaksana juga harus meningkatkan pelayanan prima sementara para peserta yang mengikuti seleksi diminta untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh.
“Ikuti peraturan yang berlaku. Kita lakukan prosesnya secara obyektif, karena proses rekrutmen adalah proses pertama dan harus baik, saya sendiri mengabaikan teman dan saudara yang nitip, karena ingin melakukan secara objektif. Kami ingin yang terbaik, karena pendamping desa inilah yang akan menentukan maju tidaknya desa,” ujarnya.
Para pendamping desa ini, menurut Iwa, akan mendampingi aparat desa agar bantuan-bantuan desa yang masuk bisa dikelola dengan baik. Sesuai dengan semangat UU desa, bagaimana agar desa menjadi maju, dan perputaran uang lebih banyak di desa.
“Itu diperlukan pendampingan, makanya seleksi pendamping desa ini penting supaya desa bisa maju,” tuturnya.
Kepala BPMPD Jabar Dede Rusdia mengatakan seleksi 2015 untuk mengisi pemenuhan kebutuhan dan kekosongan. Seleksi menghasilkan tenaga pendamping yang memenuhi kualifikasi, berintegritas dan bertanggung jawab. “Serta memiliki komitmen dalam implementasi undang-undang desa,” katanya.
Menurutnya seleksi ini sudah memenuhi tahapan rekruitmen berdasarkan pemetaan kebutuhan. Dede mencatat berdasarkan jenis dan klasifikasi pendampaing maka total kebutuhan pendamping di Jawa Barat sebanyak 2.927 orang.
“Ini terdiri dari tenaga ahli 139 orang, pendamping desa 1.253 orang, dan pendamping lokal desa 2.927 orang,” ujarnya.
Saat ini sudah terdamping pendamping yang berasal dari fasilitator PNPM 727 orang yang terdiri dari tenaga ahli 91 orang, dan pendamping desa 636 orang. “Kebutuhan pendamping desa yang akan direkrut seluruhnya 2.200 orang, terdiri dari 48 tenaga ahli, 617 pendamping desa, pendamping lokal desa 1.535 orang,” katanya.
buang sampah sembarangan  (ilustrasi : net)
buang sampah sembarangan (ilustrasi : net)

PD Kebersihan Kota Bandung Bentuk Tim Patroli Pengawas Kebersihan

BANDUNG, FOKUSJabar.com:  Dirut PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdiana mengatakan, pihaknya telah membentuk tim Patroli Pengawas Kebersihan (PPK) untuk menindak tegas masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Deni Nurdiana menjelaskan, tim PPK ini akan menindak setiap masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Para petugas akan memotret wajah para pelanggar ketertiban dan kebersihan tersebut.
“Nanti fotonya akan kami sebarkan melalui media sosial atau di website yang sedang kami siapkan,” terang Deni, Senin (28/12/2015).
Deni menuturkan, masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan mendapatkan hukuman sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2005 tentang K3 (Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan).
Kendati demikian, menurut Deni, hal itu kurang berdampak jera kepada pembuang sampah masyarakat. Lanjut dia, masih ada saja masyarakat yang kerap membuang sampah sembarangan.
“Upaya ini kami lakukan untuk menyadarkan masyarakat tentang kebersihan. Kami memberikan sangsi sosial. Jadi bukan ditilang, tapi dibikin malu. kalau hukuman denda punya uang bayar, dengan sanksi sosial dia malu,” tegasnya.
Gatot. pengrajin bambu IBC (Foto: Gatot)
Gatot. pengrajin bambu IBC (Foto: Gatot)

IBC Muncul dari Keprihatinan Terhadap Bambu

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Indonesia Bamboo Community (IBC) terbentuk dari rasa prihatin seorang Adang Muhidin yang melihat bambu khusunya di Indonesia tidak digunakan secara semestinya.
Berangkat dari itu, IBC hadir dengan menciptakan alat musik seperti, biola, gitar, bass dan drum serta masih banyak lagi alat musik lain yang dibuatnya dengan menggunakan bahan dasar bambu.
“Hampir semua jenis bambu bisa dimanfaatkan untuk membuat alat musik tersebut. Tentunya dengan metode pengolahan yang tidak biasa,” kata Adang saat ditemui FOKUSJabar di markas IBC di Jalan Melong Asih no. 23 kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi,  Minggu (27/12/2015).
Dengan upaya pengolahan yang tidak biasa inilah beragam karya bambu yang diciptakannya laris hingga ke mancanegara.
Grup Band IBC (Foto: Gatot)
Grup Band IBC (Foto: Gatot)
Namun, perjalanan itu tidak selalu mudah seperti membalikan telapak tangan. Masih terngiang dalam ingatan Adang saat dia ditolak mengikuti pameran.
“Naon pirage awi meuni mahal” (Cuman bambu saja kok mahal) ” Katanya murahan, ga berkualitas,” kenang Adang sambil menggelengkan kepalanya.
Namun hal itu tak lantas membuat Adang patah semangat. Ketika ada kesempatan pameran, dirinya terus mencoba untuk mengikuti dan memamerkan karyanya dari kota ke kota. Dia pun tak menyangka, karyanya itu mengundang perhatian positif dari para pengunjung mancanegara.
“Kalau warga kita malah ngeledek, tapi pas yang liatnya orang asing, mereka langsung tertarik,” katanya.
Tak hanya dikenal, produk bambu hasil karya IBC pun laris banyak dipesan ke luar negeri seperti Afrika, Eropa, Malaysia, Amerika, Filipina dan Jepang.
“Mereka (pembeli) mengaku kalau tau kita itu dari internet, dan tertarik tertarik melihat produk kita,” terangnya.
Adang pun bersyukur dengan semakin banyak orang yang mengetahui eksistensi IBC hingga ke mancanegara. Hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi Adang untuk terus berinovasi dengan produk bambunya.
IBC (foto: Gatot)
IBC (foto: Gatot)

Salut! IBC Manfaatkan Bambu Hingga Mendunia

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Sebagian orang mungkin memanfaatkan bambu hanya untuk kepentingan dadakan, yang kebanyakan hanya digunakan untuk dijadikan tiang bendera, pagar atau apapun yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Padahal, bambu atau yang biasa disebut “Awi” oleh orang sunda ini banyak sekali manfaatnya.
Gatot. pengrajin bambu IBC (Foto: Gatot)
Pengrajin bambu IBC (Foto: Gatot)
Di mata Adang Muhidin, penggagas Indonesia Bamboo Comunity (IBC), bambu sangat banyak sekali kegunaannya.
Pria lulusan S2 di Fachochshule Suedwestfalen Iserlohn Jerman ini, menjadikan bambu menjadi sebuah hasil karya yang sangat luar biasa. Kebanyakan orang pada umumnya tidak akan pernah mengira jika bambu bisa mempunyai daya tarik tersendiri dan daya jual yang tinggi.
Bermula saat ia masih kuliah di Jerman, saat itu dirinya merasa heran mengapa bambu di Eropa begitu mahal, sedangkan di Negaranya (Indonesia) sangat murah dan banyak.
Padahal, orang Jerman dan Jepang yakin betul, suatu saat bambu akan menjadi komoditas utama dunia. Pemikiran inilah yang terus dikembangkan Adang Muhidin bersama rekannya Abah Yudi Rahman.
Adang Muhidin, (kedua dari kanan), penggagas IBC (Foto: Gatot)
Adang Muhidin, (kedua dari kanan), penggagas IBC (Foto: Gatot)
“Pada waktu itu kami membentuk IBC pada April, 2011. Banyak sekali kendalanya,” kata Adang di markas IBC, Jalan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Minggu (27/12/2015).
Menurutnya, hampir semua jenis bambu bisa dimanfaatkan untuk membuat sebuah hasil karya, contohnya alat musik yang terbuat dari bambu, seperti angklung, calung, gitar, bass dan bahkan biola.
“Disini kita membuat semua alat musik yang berbahan dasar bambu seperti gitar, bass, drum, serta biola. Untuk membuat itu, tentunya dengan metode pengolahan yang tidak biasa. Intinya saya ingin menduniakan bambu,” tukasnya.